Kota Pekalongan – Pelopornews.co.id – Diduga penemuan seekor ulat pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada balita melalui Posyandu di Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, memicu perhatian para orang tua.
Ulat tersebut ditemukan pada menu sayur kacang panjang setelah salah seorang ibu balita membuka paket makanan yang diterima dari posyandu, Kamis (18/6/2026). Paket MBG itu diketahui berisi sayur kacang panjang, ayam, mi campur sayur, serta potongan buah semangka.
Salah satu orang tua balita, AR, mengaku mengetahui adanya ulat dalam makanan tersebut setelah mendapat informasi dari istrinya yang menerima paket MBG.
“Ya, tadi istri saya mengabari kalau di menu MBG anak saya yang dibagikan melalui posyandu ada ulatnya,” ujar AR.
Menurut AR, dirinya belum sempat melakukan konfirmasi kepada pihak posyandu terkait dapur penyedia MBG yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan tersebut.
“Saya belum sempat menanyakan ke posyandu dapur MBG mana yang mengirim makanan itu,” katanya.
Meski tidak mempermasalahkan secara berlebihan, AR berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi penyedia makanan maupun pihak terkait.
Ia menilai proses pengolahan makanan harus dilakukan dengan lebih teliti mengingat sasaran program adalah balita yang membutuhkan asupan makanan sehat dan aman.
“Ini untuk balita, jadi harus lebih teliti dalam proses pengolahannya. Menunya juga perlu disesuaikan,” ujarnya.
Diduga penemuan ulat dalam menu MBG ini menambah catatan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut di Kota Pekalongan.
Sebelumnya, kasus serupa berupa penemuan belatung dalam makanan MBG juga sempat menjadi perhatian publik setelah terjadi di sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Pekalongan dan SMK Baitussalam.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis maupun instansi terkait mengenai penemuan ulat dalam menu makanan yang dibagikan kepada balita tersebut.
Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan agar kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga.
(Edy)
![]()
