Pemerintahan

Sidak RTLH di Desa Kalimati, Subandi Pastikan Rumah Atim Segera Direnovasi dengan Bantuan Rp25 Juta


Penulis : Meja Redaksi

Sidak RTLH di Desa Kalimati, Subandi Pastikan Rumah Atim Segera Direnovasi dengan Bantuan Rp25 Juta

Foto: Bupati Sidoarjo H. Subandi Sidak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Sidoarjo, Pelopornews.co.id | 6 November 2026

Bupati Sidoarjo H. Subandi kembali turun langsung meninjau rumah warga yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, sidak dilakukan di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Jumat (6/11/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Subandi memastikan rumah milik Atimah dan Atim segera mendapatkan bantuan renovasi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo dengan alokasi anggaran sekitar Rp25 juta.

Dari hasil melihat kondisi rumah secara langsung, Subandi meminta agar perbaikan segera dilaksanakan pada November 2026. Renovasi meliputi penambahan jumlah kamar menjadi dua ruangan serta perbaikan kamar mandi agar rumah tersebut lebih layak ditempati.

“Dengan hasil sidak ini, kita lihat rumah Pak Atim nanti akan ada perbaikan segera,” ujar Subandi saat meninjau lokasi.

Ia berharap bantuan renovasi tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi Atimah dan Atim bersama keluarganya.

“Biar nanti rumah ini bisa jadi dua kamar sekaligus. Kamar mandinya juga diperbaiki, ya. Dengan anggaran kurang lebih Rp25 juta,” imbuhnya.

Subandi menjelaskan, program perbaikan RTLH akan terus dilaksanakan secara bertahap. Pemkab Sidoarjo menargetkan sebanyak 15 rumah dapat direnovasi setiap bulan.

Rumah milik Atim tercatat sebagai RTLH ke-13 yang masuk daftar perbaikan pada bulan November ini.

“Rumah Pak Atim RTLH yang ke-13 yang masuk daftar perbaikan pada bulan ini. Nanti bulan 11 ini kita siapkan perbaikannya karena setiap satu bulan cuma 15 unit,” jelas Subandi kepada Atim.

Sementara itu, Atim mengaku bersyukur dan bahagia setelah mendapatkan kepastian bahwa rumahnya akan segera diperbaiki. Ia mengungkapkan telah tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak tersebut selama hampir 10 tahun.

“Sapunika, sampun hampir 10 tahun ngeh ngoten niki,” tuturnya.

Keinginan memperbaiki rumah sebenarnya sudah lama ia upayakan. Namun, kondisi kesehatan yang mengalami asma kronis selama hampir 15 tahun membuatnya kesulitan melakukan renovasi secara mandiri.

“Lek mengajukan perbaikan rumah niku hampir 10 tahun. Nggih dipoto-poto ngaten. Alhamdulillah sak niki saged diperbaiki,” ungkap Atim penuh haru.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Atim mengandalkan penghasilan seadanya dari menanam bunga pacar banyu di pinggir sungai. Bunga hasil panennya dijual di depan makam dekat rumah untuk keperluan ziarah kubur.

Selain itu, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp600 ribu setiap bulan turut menjadi penopang kebutuhan hidup Atim bersama istrinya.

“Pendamelan nggih sak wontene. Sakniki nandur kembang teng pinggir kali,” ucapnya.

Melalui program renovasi RTLH tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan terbatas yang dapat menempati rumah sehat, aman, dan layak huni.

(Hendrik)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE