Nasional

Ribuan Warga Diprediksi Padati Suro Carnival Getas 2026, Kirab Budaya 9 Kontingen Siap Tampilkan Kearifan Lokal


Penulis : Redaksi Pelopornews

Ribuan Warga Diprediksi Padati Suro Carnival Getas 2026, Kirab Budaya 9 Kontingen Siap Tampilkan Kearifan Lokal

Batang – Pelopornews.co.id – Semangat melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat kembali diwujudkan melalui Suro Carnival Desa Getas yang akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026.

Kegiatan yang akan berlangsung di Desa Getas, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang tersebut menjadi agenda tahunan dalam menyambut Tahun Baru Islam sekaligus momentum menjaga tradisi budaya Jawa.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-9 sejak pertama kali digagas pada 2017, Suro Carnival tahun ini mengusung tema “Bersinergi Paling Indonesia”. Tema tersebut merefleksikan semangat persatuan masyarakat melalui perpaduan seni, budaya, dan potensi lokal yang menjadi ciri khas Desa Getas.

Ketua Panitia Suro Carnival Desa Getas, Fathul Mujib, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari Pawai Ta’aruf yang digelar oleh Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Desa Getas. Seiring perkembangan waktu, konsep kegiatan kemudian diperluas menjadi kirab budaya yang lebih inklusif dan mampu merangkul berbagai unsur tradisi masyarakat. Rabu (17/6/2026).

“Awalnya hanya berupa Pawai Ta’aruf. Pada 2017 kami mengembangkan konsepnya menjadi Suro Carnival agar selain memperingati Tahun Baru Islam, juga bisa menjadi sarana pelestarian budaya Jawa,” ujarnya.

Menurutnya, tema tahun ini diwujudkan melalui dua ikon yang telah melekat dengan Desa Getas, yakni atraksi barongsai dan gunungan hasil bumi. Keduanya menjadi simbol harmonisasi antara seni, budaya, dan potensi pertanian yang dimiliki masyarakat setempat.

“Barongsai dan gunungan hasil bumi merupakan identitas Desa Getas. Melalui keduanya kami ingin menunjukkan sinergi yang kuat antara keberagaman budaya dan hasil karya masyarakat,” jelas Fathul.

Kirab budaya dijadwalkan dimulai pukul 10.00 pagi WIB dengan titik keberangkatan di depan Mushola Al-Ikhlas Getas RT 01 A. Rombongan peserta akan melintasi wilayah Dukuh Wates sebelum berakhir di depan SD Negeri Getas 01.

Sebanyak sembilan kontingen akan turut memeriahkan acara tersebut, terdiri dari delapan kelompok mushola dan satu kelompok masjid. Setiap peserta diberi kebebasan berkreasi dalam menentukan kostum dan penampilan, dengan tetap memperhatikan norma kesopanan serta menyesuaikan dengan tema yang diusung.

“Kami memberikan ruang kreativitas bagi masing-masing RT dan kelompok peserta untuk menampilkan ciri khasnya. Yang penting tetap sopan dan sesuai dengan semangat kebersamaan,” tambahnya.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia memperoleh pendanaan dari beberapa sumber, yakni kas IRMAS, dukungan pemerintah desa, para donatur, serta iuran dari masing-masing kontingen peserta. Panitia menegaskan seluruh proses pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Iuran yang ada hanya untuk kebutuhan operasional kontingen masing-masing dan tidak bersifat wajib. Semua dikelola secara transparan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar hiburan, Suro Carnival memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Getas. Kegiatan ini menjadi sarana memperingati 1 Muharram, melestarikan tradisi dan ritual budaya Jawa, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga melalui kirab budaya yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

“Ini bukan hanya acara tahunan, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi muda. Kami ingin anak-anak dan remaja tidak melupakan jati diri serta budaya leluhurnya,” tutup Fathul.

Pemerintah Desa Getas memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Masyarakat dan para tamu yang hadir juga diimbau untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta menghormati nilai-nilai budaya selama rangkaian kirab berlangsung.

(Edy)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE