Nasional

Mengatasnamakan Ketahanan Pangan, Oknum Genta Pangan Jatim Diduga Tipu Puluhan Kelompok Ternak (POKTER) di Lamongan


Penulis : Redaksi Pelopornews

Mengatasnamakan Ketahanan Pangan, Oknum Genta Pangan Jatim Diduga Tipu Puluhan Kelompok Ternak (POKTER) di Lamongan

LAMONGAN – Pelopornews.co.id – Dugaan penipuan yang mengatasnamakan Lembaga Gerakan Nasional Tani untuk Kemandirian Pangan (Genta Pangan) yang didirikan oleh Budiman Sujatmiko mencuat di lamongan.

Lembaga yang sedianya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan tersebut justru dijadikan oleh sejumlah oknum pengurusnya untuk melakukan tindakan dugaan penipuan kepada petani.

Hal itu diungkapkan oleh Abdul Malik, anggota Genta Pangan yang berasal dari Kecamatan Turi Lamongan. Menurutnya, dengan iming-iming memberikan bantuan berupa 40 ekor sapi Penggemukan kepada Kelompok Ternak (Pokter) di setiap kecamatan sehingga beliau menyerahkan uang 13 juta kepada Sunarto selaku oknum genta pangan kabupaten, Guna untuk memuluskan bantuan penggemukan sapi tersebut , selanjutnya di setorkan kepada Genta Pangan Jatim

“Saat itu, setiap Pokter wajib membayar kepada pengurus Genta Pangan Jawa Timur dan berjanji jika bantuan tersebut akan terealisasi selambat-lambatnya selama 6 bulan,” ungkap Malik, senin (13/4/26).

Kejadian tersebut berawal, lanjut Malik, saat Ketua Umum Genta Pangan Budiman Sujatmiko melantik pengurus Jawa Timur yang dipusatkan di lamongan yakni di lapangan kecamatan tikung pada tanggal 10 Agustus 2024 lalu. Pengukuhan tersebut, termasuk juga pengurus Genta Pangan yang ada di Kabupaten Lamongan.

“Usai pengukuhan pengurus Provinsi dan kabupaten tersebut, selanjutnya pengurus Genta Pangan Provinsi Jawa Timur menggembangkan program berupa penggemukan sapi yang dilakukan pada bulan September hingga oktober.” Imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Agus, Kelompok Ternak dari Kecamatan Pucuk. Menurutnya, dengan program yang digulirkan oleh Genta Pangan Jatim tersebut, membuat antusias tinggi di kalangan masyarakat sehingga banyak dari kalangan petani yang ikut bergabung dengan Lembaga Genta Pangan.

“Karena banyak yang antusias, akhrinya para petani patungan untuk setiap POKTER menyetor dana awal sebesar Rp. 13 juta tersebut kepada pengurus Jatim yang saat itu diterima oleh Sunarto selaku oknum genta pangan kabupaten selanjutnya di setorkan pada Sunari selaku sekretaris Genta Pangan Jawa Timur,” ungkap Agus.

Pada saat itu, masih menurut Agus, para petani tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap penarikan dana yang dilakukan oleh oknum genta pangan. Mengingat penjelasan yang sangat menggiurkan dengan dalih untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan sehingga ekonimi petani bisa berkembang.

Terlebih lagi, sosok Budiman sujatmiko adalah seorang tokoh nasional yang dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia dan juga telah viral menjadi tim Presiden Prabowo.

Namun, selama menunggu hampir 2 tahun, lanjut Agus, bantuan tersebut tidak kunjung datang. Ironisnya lagi, pada saat sejumlah Pokter menanyakan perihal bantuan tersebut kepada pihak Provinsi, Sunari selaku Sekretaris Umum justru mengatakan jika program tersebut tidak bisa berjalan dan akan mengembalikan uang dari Pokter yang telah Ia terima akan tetapi setelah jatuh tempo surat pernyataan yang dibuat oleh Sunari dan wakil daripada pokter yang ada di Lamongan Sunari justru melimpahkan masalah nya kepada Agus Sudarsono selaku ketua Genta pangan jawa timur,berbagai proses berjalan dan janji-janji yang di berikan Agus Sudarsono kepada wakil dari pokter yakni Malik dan Sulis Rahmadi sampai berita ini di terbitkan tak kunjung mengembalikan puluhan uang pokter di kabupaten Lamongan.

Setidaknya, ada 10 Pokter yang telah membayar uang sebesar Rp. 13 juta kepada Pengurus provinsi yakni Abdul Malik wakil dari Pokter Kecamatan Turi, Abdul Rokhim Pokter dari Kecamatan Babat, Thohari dari Pokter Babat, Musta’in dari Pokter Kecamatan Pucuk, Agus dari Pokter Pucuk, Rawi dari Pokter Tikung, Bayu Supriyadi dari Pokter Brondong, M. Choirul Maftukin dari Pokter Babat, Basyarudin dari Pokter Mantup, serta Ali Yoga dari Pokter Mantup.

Dari sepuluh Pokter yang telah menyetorkan uang kepada pengurus provinsi tersebut, masih ada banyak lagi Pokter yang telah menyetorkan dana, namun mereka tidak bisa berkutik lantaran tidak diberikan kwitansi oleh Sunarto selaku pengurus kabupaten dan hanya 10 Pokter saja yang memiliki kwitansi.

“Pada saat kami mendatangi Pengurus provinsi, Saudara Sunari selaku Sekretaris Umum Genta Pangan Jawa Timur, membuat surat pernyataan bermaterai yang isinya siap mengembalikan dana dari Pokter tersebut selambat-lambatnya tanggal 29 Maret 2026 lalu, dan jika tidak sanggup mengembalikan maka dirinya siap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, hingga saat ini janji Sunari tersebut tidak juga dipenuhi.” Tutur Agus.

Sementar itu, Ketua Umum Genta Pangan Jawa Timur, Agus Sudarsono, saat di konfirmasi selalu saja memberi janji- janji manis akan bertanggung jawab baik secara pribadi atau secara organisasi namun sampai detik ini pun tak kunjung di berikan pengembalian uang pokter yang ada di kabupaten Lamongan.

Ratusan petani di lamongan, berharap adanya itikad baik dari Genta Pangan Provinsi Jawa Timur untuk mengembalikan uang Pokter yang telah diterima oleh Sekretaris Umum, Sunari. Dan jika peringatan ini tidak di indahkan, maka petani di lamongan akan melaporkan tindak penipuan ini ke Polres setempat.

(Rmd/Den)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE