Ambon, Pelopornews.co.id | 6 November 2026
Guna meningkatkan kesiapan operasional dan kemampuan tempur prajurit, KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX melaksanakan Uji Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat I dan II di Perairan Sorong, pada 5–6 November 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemampuan prajurit sekaligus pengujian kesiapan kapal perang dalam menghadapi berbagai dinamika dan potensi ancaman selama pelaksanaan operasi laut.
Pengujian dilakukan untuk mengukur kemampuan prajurit secara perorangan, kelompok, hingga kerja sama seluruh unsur kapal dalam menjalankan tugas sesuai prosedur dan standar operasional TNI Angkatan Laut.
Komandan KRI Posepa-870, Mayor Laut (P) Muhammad Fachri Wardana, S.S.T.Han., menjelaskan bahwa Glagaspur Tingkat I difokuskan pada pengujian kemampuan dasar individu dan tim.
Materi yang diujikan meliputi kedisiplinan, kesamaptaan jasmani, pengetahuan dasar keprajuritan, penggunaan peralatan dan perlengkapan kapal, komunikasi, serta pemahaman prosedur keselamatan dan kedaruratan di laut.
Sementara itu, Glagaspur Tingkat II lebih menitikberatkan pada kemampuan tim dan organisasi kapal dalam menghadapi berbagai skenario tugas tempur.
Sejumlah materi yang dilatihkan antara lain kesiapsiagaan tempur, peran tempur bahaya umum, penanggulangan kebakaran, penanganan kebocoran dan kerusakan kapal, pertolongan pertama, evakuasi korban, komunikasi taktis, hingga koordinasi antardepartemen.
Melalui latihan tersebut, setiap prajurit dituntut memahami tugas dan tanggung jawab sesuai jabatannya, mampu bertindak cepat dan tepat, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif.
“Kemampuan mengendalikan situasi, mengambil keputusan, dan melaksanakan prosedur secara terukur menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan tugas kapal perang,” terang Fachri.
Ia menambahkan, pelaksanaan Glagaspur Tingkat I dan II juga menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui kemampuan yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat soliditas, kekompakan, kesiapan mental, serta naluri tempur prajurit.
Menurut Fachri, latihan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dan kesiapan tempur seluruh unsur KRI di jajarannya.
Dengan kesiapan dan kemampuan prajurit yang terus ditingkatkan, setiap unsur kapal diharapkan mampu melaksanakan tugas operasi secara optimal.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam membangun kekuatan pertahanan laut yang tangguh, profesional, dan modern guna menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(@Dispen Kodaeral IX)
![]()
