Pemerintahan

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Subandi Siagakan Peralatan dan Posko di Sidoarjo


Penulis : Meja Redaksi

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Subandi Siagakan Peralatan dan Posko di Sidoarjo

Foto: Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Sidoarjo, Pelopornews.co.id | 6 November 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang hingga kekeringan. Sejumlah peralatan penanggulangan bencana disiapkan, posko siaga diperkuat, serta koordinasi lintas sektor ditingkatkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan kesiapan tersebut saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (6/11/2026).

Apel tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari unsur TNI, Polri, BPBD, perangkat daerah Pemkab Sidoarjo, Basarnas Surabaya, PLN Sidoarjo, PMI Sidoarjo, serta berbagai unsur relawan.

Dalam kesiapan menghadapi bencana, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan 17 unit pompa air, empat perahu karet, 51 kendaraan operasional, ambulans, 10 sepeda motor trail, serta 12 unit mobil pemadam kebakaran.

Selain itu, tersedia 40 tenda pengungsian, dua dapur umum, 20 genset, 50 gergaji mesin, dan 17 unit peralatan pompa.

Kesiapan tersebut juga didukung keberadaan 32 rumah air yang tersebar di enam kecamatan, yakni Taman, Tanggulangin, Sidoarjo, Waru, Candi, dan Porong.

Pemkab Sidoarjo turut menyiapkan satu posko siaga utama BPBD serta empat posko bencana di wilayah Tanggulangin, Porong, Candi, dan Jabon. Posko tersebut akan diaktifkan apabila terjadi bencana banjir.

Subandi menginstruksikan seluruh kecamatan untuk mengaktifkan posko bencana dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait.

“Saya instruksikan masing-masing kecamatan mengaktifkan posko bencana. Kolaborasi harus terus ditingkatkan, termasuk melalui forum dan pelatihan kebencanaan. Bencana ini tidak bisa diperkirakan sehingga harus kita tanggulangi dengan kesiapsiagaan,” tegasnya.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena rawan banjir di antaranya Tanggulangin, Porong, Candi, Waru, Jabon, Krembung, hingga kawasan Sidoarjo Kota.

Selain kesiapan personel dan peralatan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui normalisasi sungai dan saluran air. Pekerjaan tersebut terus dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), terutama di wilayah Tanggulangin, Porong, dan Candi.

Subandi mengatakan pemetaan titik rawan banjir di kawasan perkotaan juga telah dilakukan sebagai dasar menentukan langkah penanganan.

“Saat ini normalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) terus dilakukan. Koordinasi dengan para camat juga terus dilakukan,” ungkapnya.

Ia berharap kesiapan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat memperkuat perlindungan terhadap warga apabila terjadi bencana.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Sidoarjo berupaya meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi sekaligus memastikan penanganan darurat dapat dilakukan secara terkoordinasi.

(Hendrik)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE