Pemerintahan

Pekalongan Siapkan Sekolah Rakyat 8 Hektare, 1.080 Siswa Ditarget Masuk 2027


Penulis : Meja Redaksi

Pekalongan Siapkan Sekolah Rakyat 8 Hektare, 1.080 Siswa Ditarget Masuk 2027

PEKALONGAN – Pelopornews.co.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kedungwuni mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2027. Sekolah itu akan menampung sekitar 1.080 siswa dari keluarga miskin pada jenjang SD hingga SMA.

Lokasi pembangunan direncanakan berada di kawasan bekas pasar darurat Desa Wayangan, Kecamatan Kedungwuni. Pemkab Pekalongan membutuhkan lahan sekitar delapan hektare dan menargetkan seluruh dokumen pembangunan rampung pada Oktober 2026.

Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, lokasi tersebut dipilih setelah Pemkab mengkaji sejumlah aset daerah sesuai arahan Wakil Menteri Sosial. Pemerintah pusat akan mendukung pembangunan dan penyediaan fasilitas sekolah.

“Insyaallah awal tahun itu sudah mulai operasional pembangunan. Harapannya, tahun ajaran baru di tahun 2027 kita sudah mempunyai Sekolah Rakyat,” kata Sukirman, Rabu (30/9/2026) malam.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno mengatakan, usulan pembangunan sekolah telah dipaparkan kepada Wakil Menteri Sosial pada 29 September 2026 dan mendapat persetujuan. Sekolah tersebut direncanakan memiliki tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan masing-masing tiga rombongan belajar.

“Untuk sekolah kita nanti ada tiga jenjang pendidikan, dari SD, SMP, kemudian SMA, yang masing-masing tiga rombel. Kalau ditotal berarti sekitar 1.080 anak,” kata Suprayitno, Selasa (6/10/2026).

Sekolah Rakyat akan menyasar keluarga pada desil 1, serta maksimal desil 2 dan 3. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga memantau kondisi ekonomi dan tempat tinggal keluarga siswa sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Jadi, tidak hanya anaknya saja sekolah. Nah, ini jangka panjang. Arahan Presiden adalah untuk memutus kemiskinan ini,” ujar Sukirman.

Terkait jadwal pembangunan, Suprayitno mengatakan Pemkab masih menunggu keputusan Kementerian Sosial. Pemkab berharap pembangunan selesai dan penerimaan siswa dapat dimulai pada 2027.

“Harapan Bapak Plt Bupati, tahun 2027 itu sudah terbangun dan kalau bisa, sudah merekrut siswa. Tapi tinggal kita nanti nunggu timeline dari pusat,” ujarnya.

Suprayitno mengimbau keluarga desil 1 dan 2 yang memiliki anak usia SD, SMP, atau SMA mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti pendaftaran setelah program dibuka.

(Edy)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE