SURABAYA, Pelopornews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan apresiasi kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya Tahun 2026 yang telah menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Malam Apresiasi Paskibraka Kota Surabaya 2026, di Loby Lantai 2 Balai Kota Surabaya, Senin (17/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan ratusan anggota Paskibraka dari sejumlah angkatan untuk menjadi Duta Kampung Pancasila pada 2027. Ia ingin para pemuda tersebut tidak berhenti setelah menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi terus membawa semangat Paskibraka ke tengah masyarakat.
“Saya ingin nanti Paskibraka ini menjadi Duta Kampung Pancasila. Saya ingin Surabaya dipenuhi oleh pemuda, Surabaya dijaga oleh pemuda, dan Surabaya dipertahankan oleh para pemuda,” kata Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri mengatakan, Paskibraka bukan sekadar pasukan yang bertugas mengibarkan bendera. Para anggotanya telah ditempa dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan untuk saling menghargai dan menguatkan.
Ia menyebut, sejak 2022 hingga 2026 terdapat sekitar lima angkatan Paskibraka Surabaya dengan jumlah anggota sekitar 100 orang setiap angkatan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan pemuda yang berperan aktif menjaga nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.
“Ketika kalian kembali ke rumah masing-masing, semangat Paskibraka jangan pernah luntur. Jadilah pemuda yang berani menjadi pelopor untuk mempertahankan kemerdekaan, menjaga keamanan, kebersamaan, dan kekeluargaan di Kota Surabaya,” ujarnya.
Menurut Wali Kota Eri, proses pendidikan selama sekitar dua pekan tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga mental para anggota. Mereka dilatih untuk memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, serta saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan.
“Yang paling penting bukan hanya fisiknya, tetapi mental. Bagaimana kalian saling menghargai, memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan ketika ada yang terjatuh,” tuturnya.
Ia pun berharap nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi para Paskibraka untuk tumbuh sebagai pemimpin di masa depan. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka merupakan langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki mental kuat dan jiwa kepemimpinan.
“Pemimpin itu bukan orang yang merasa paling hebat atau paling baik. Pemimpin adalah orang yang mampu membangun tim yang kuat dan besar,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan anggota putri Paskibraka Kota Surabaya 2026, Adeline Jessica Wijaya, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya, para pelatih dari Garnisun Kota Surabaya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta DPPI (Duta Pancasila Paskibraka Indonesia) yang telah mendampingi mereka selama proses pendidikan dan pelatihan.
“Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari proses ini. Kami meminta doa dan restu agar Paskibraka Kota Surabaya 2026 dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi Kota Surabaya dan Indonesia,” kata Adeline.
Perwakilan anggota putra, Rafka Fairuz Hasan, turut mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya selama pelaksanaan pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka 2026.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Wali Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya atas seluruh dukungannya dalam kegiatan pelaksanaan pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka Kota Surabaya Tahun 2026,” pungkasnya. (*)
![]()
