Nasional

Kirai Cup 1 Batang: 100 Pecatur Non Master Adu Taktik, Bibit Atlet Junior Mulai Dibidik


Penulis : Redaksi Pelopornews

Kirai Cup 1 Batang: 100 Pecatur Non Master Adu Taktik, Bibit Atlet Junior Mulai Dibidik

BATANG – Pelopornews.co.id – Sebanyak 100 pecatur dari berbagai daerah di Jawa Tengah berkumpul di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, untuk mengikuti Turnamen Catur Kirai Cup 1 Non Master, Minggu (23/8/2026).

Turnamen perdana tersebut bukan sekadar menjadi arena adu kecerdikan di atas papan catur. Percasi Kabupaten Batang menjadikannya sebagai momentum untuk memetakan kemampuan pecatur sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Ketua Harian Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Batang, Surya Sudjana, mengatakan penyelenggaraan Kirai Cup 1 merupakan bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi bagi pecatur kategori non-master.

“Kegiatan Kirai Cup 1 ini dalam rangka penjaringan prestasi atlet-atlet catur,” kata Surya saat ditemui di lokasi turnamen, Minggu.

Peserta tidak hanya berasal dari Batang dan daerah sekitar. Sejumlah pecatur dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan turut ambil bagian, disusul peserta dari Semarang, Tegal, Brebes hingga Sukoharjo.

Keragaman asal peserta membuat persaingan turnamen semakin menarik. Para pecatur dituntut tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga mampu membaca permainan lawan dan menentukan strategi secara tepat dalam waktu yang terbatas.

Panitia sebelumnya menargetkan keikutsertaan sebanyak 150 pecatur. Namun, target tersebut belum sepenuhnya tercapai karena jadwal turnamen berdekatan dengan rangkaian kegiatan masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Jumlah peserta 100 ini, target kami 150. Tapi karena terbentur dengan kegiatan 17-an,” ujar Surya.

Kirai Cup 1 terbuka bagi peserta dari berbagai kelompok usia selama memenuhi persyaratan sebagai pecatur non-master.

Dengan format tersebut, turnamen diharapkan mampu memberikan pengalaman bertanding kepada pecatur yang tengah membangun prestasi.

Menurut Surya, antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga catur di Jawa Tengah.

Kompetisi lintas daerah juga dinilai penting agar pecatur memiliki kesempatan mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Turnamen Kirai Cup 1 digelar melalui kolaborasi Percasi Kabupaten Batang dengan mitra kegiatan Kirai serta mendapat dukungan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Jawa Tengah.

Ketua Pengprov Percasi Jawa Tengah, Teguh Prasaja, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai kompetisi terbuka seperti Kirai Cup dapat menjadi salah satu instrumen untuk melihat perkembangan olahraga catur di tingkat daerah.

“Ini luar biasa sekali untuk turnamen catur terbuka Kirai Cup 1,” kata Teguh.

Ia berharap kompetisi serupa dapat terus dikembangkan dan tidak berjalan sendiri, tetapi terintegrasi dengan program pembinaan atlet yang dilakukan Percasi di berbagai tingkatan.

Di balik kompetisi kategori non-master, Percasi juga mulai menyiapkan strategi jangka panjang melalui penguatan pembinaan atlet usia junior.

Surya mengungkapkan, rencana penyelenggaraan kejuaraan junior menjadi salah satu pembahasan dalam koordinasi Percasi di wilayah Karesidenan Pekalongan Raya.

“Kami diarahkan untuk mengadakan kejuaraan junior,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi junior memiliki peran strategis dalam menemukan pemain potensial sejak usia dini. Atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi nantinya dapat diarahkan mengikuti jenjang pembinaan mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Program tersebut diharapkan menjadi fondasi regenerasi atlet catur Jawa Tengah sehingga muncul pemain-pemain baru yang mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Dukungan terhadap Kirai Cup 1 juga datang dari Agen Kirai wilayah Pekalongan Raya. Perwakilan Agen Kirai, Fariz Mukti, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya diarahkan sebagai bentuk kemitraan dalam mendukung perkembangan olahraga catur.

“Bukan hanya sponsorship, tetapi partnership kepada Percasi Kabupaten Batang,” kata Fariz.

Dalam turnamen perdana tersebut, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp3 juta bagi para peserta berprestasi.

“Total hadiahnya Rp 3 juta,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan penyelenggaraan Kirai Cup berikutnya, Fariz belum dapat memastikan jadwalnya. Namun, keberlanjutan turnamen masih terbuka seiring dengan evaluasi penyelenggaraan dan keberlanjutan kerja sama dengan Percasi Kabupaten Batang.

Percasi Kabupaten Batang berharap Kirai Cup tidak berhenti sebagai kompetisi perdana. Ke depan, turnamen serupa diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan ruang lebih luas bagi pecatur non-master sekaligus mendukung sistem pembinaan atlet junior.

Dengan semakin banyaknya kompetisi antardaerah, pecatur Batang dan wilayah sekitarnya memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, serta mengukur kesiapan sebelum melangkah ke kompetisi dan pembinaan pada tingkat yang lebih tinggi.

Kirai Cup 1 pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang siapa yang paling jitu menyusun strategi di atas papan catur, tetapi juga tentang bagaimana kompetisi hari ini menjadi pijakan untuk melahirkan generasi pecatur Jawa Tengah di masa mendatang.

(Edy)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE