Peristiwa

Imbas Peluru Nyasar, Warga Alas Tlogo Blokade Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo


Penulis : Redaksi Pelopornews

Imbas Peluru Nyasar, Warga Alas Tlogo Blokade Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo

Pasuruan – Pelopornews.co.id – Arus lalu lintas di Jalur Pantura Pasuruan lumpuh total setelah ribuan warga memblokade jalan di depan Markas Komando Latihan Marinir (Kolatmar) Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026).

Blokade tersebut di picu, setelah adanya insiden peluru nyasar ke rumah warga di alas Tlogo, kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan pada hari Rabu (22/07/2026) kemarin.

Dalam aksi tersebut, massa memarkirkan sebuah truk secara melintang di badan jalan sehingga kendaraan dari arah Pasuruan maupun Probolinggo tidak dapat melintas dan harus menunggu aksi demo selesai. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga sekitar tiga kilometer dari kedua arah.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu dilakukan warga sebagai bentuk protes atas rentetan insiden peluru nyasar yang berasal dari aktivitas latihan militer di kawasan tersebut. Penutupan jalan dilakukan tepat di depan gerbang Kolatmar sehingga akses utama penghubung Pasuruan dan Probolinggo terputus total. Hingga berita ini ditulis, ratusan warga masih bertahan di lokasi aksi.

Pengawas Angkutan dan Terminal UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (P3 LLAJ) Dinas Perhubungan Jawa Timur, Yulianto, mengatakan kepadatan kendaraan dari arah Probolinggo telah mencapai wilayah perbatasan Kecamatan Nguling. “Saat ini dua arah dari Probolinggo ke Pasuruan dan sebaliknya masih lumpuh total,” ujar Yulianto. Ia juga menyebut arus kendaraan sama sekali belum dapat bergerak karena jalan masih ditutup massa.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan roda empat dan kendaraan berat menuju Jalan Tol Trans Jawa melalui Exit Tol Grati. Langkah tersebut dilakukan setelah rencana pengalihan arus yang telah disiapkan sejak pukul 11.00 WIB berubah akibat penutupan total jalan oleh massa. Meski demikian, kepadatan di jalur arteri tetap tidak dapat dihindari.

Anggota Unit Turjawali Polres Pasuruan Kota, Aiptu Hadi Hariyanto, mengatakan aksi warga dipicu ketidakpuasan terhadap aktivitas latihan militer di kawasan Alas Tlogo. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, warga memprotes dugaan peluru nyasar yang beberapa kali mengenai permukiman sehingga memutuskan menutup jalur Pantura. “Kendaraan dari arah barat kami arahkan berbelok menuju Exit Tol Grati,” kata Hadi, dikutip dari Suarasurabaya.net.

Hingga siang hari, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar seribu orang. Warga menuntut Bupati Pasuruan datang menemui mereka untuk memberikan kepastian atas tuntutan yang disampaikan. Proses mediasi antara perwakilan massa dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait juga belum terlaksana saat berita ini ditulis.

(Arf)

Loading

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE