JAKARTA – Pelopornews.co.id – Korps Samapta Baharkam Polri memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, patroli, SAR, hingga layanan kepolisian untuk memitigasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III (Siaga). Langkah ini diambil menyusul erupsi menerus selama 25 jam yang berdampak pada sebaran abu vulkanik di Banten, Lampung, serta mengganggu sektor penerbangan.
Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Nazli memimpin langsung Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri. Sebanyak 299 personel disiagakan bersama 10 ekor unit K9, kendaraan rescue, armada penanganan Karhutla, dapur lapangan, dan kelengkapan SAR. Instruksi serupa diteruskan ke tingkat daerah, mencakup Dirsabhara/Dirsampata Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya.
Langkah Strategis Kesiapsiagaan Polri
Patroli Wilayah Krusial: Personel Samapta menyisir kawasan permukiman, jalur lalu lintas utama, wilayah pesisir, dan titik akses masyarakat untuk memantau situasi serta memberikan bantuan darurat.
Pengerahan Tim Khusus: Unit SAR, Perintis, Satwa, dan K9 disiapkan untuk bergerak cepat dalam skenario pencarian, pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan.
Dukungan Logistik: Penyiapan kendaraan operasional, peralatan evakuasi, masker pelindung, serta fasilitas dapur lapangan di area terdampak.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan kesiapsiagaan ini merupakan bentuk kehadiran negara agar masyarakat tidak menghadapi kondisi darurat sendirian.
“Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu. Prinsip kami adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Imbauan Keselamatan dan Layanan Darurat
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan mematuhi zona bahaya serta panduan dari otoritas resmi seperti PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, dan BPBD. Khusus bagi warga terdampak abu vulkanik dan wisatawan, diimbau menggunakan masker serta tidak mendekati kawah aktif sesuai radius yang ditetapkan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi, gangguan keamanan, atau penanganan kondisi darurat dapat menghubungi Layanan Polisi 110. Warga diminta memberikan informasi lokasi yang jelas dan bertanggung jawab tanpa menyebarkan berita yang belum terverifikasi maupun laporan palsu.
(Saiful/Red)
![]()
