Pekalongan – Pelopornews.co.id – Polres Pekalongan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk menangani kebakaran hutan pinus yang melanda Petak 39E Perum Perhutani di Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Rapat darurat tersebut berlangsung di Mapolsek Doro pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. Turut hadir Wakapolres Kompol M. Farid Amirullah, Pejabat Utama (PJU) Polres Pekalongan, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Kepala Satpol PP dan Damkar, perwakilan Perum Perhutani Pekalongan Timur, serta jajaran Muspika Doro dan Petungkriyono.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad mengungkapkan bahwa kebakaran hutan pinus di Petungkriyono berawal dari kabel jaringan listrik yang putus usai tertimpa pohon. Percikan api dari jaringan kabel menyambar rumput kering hingga merembet ke kawasan hutan.
“Kebakaran sebenarnya terjadi pada pagi hari dan sempat dilaporkan padam. Namun, angin kencang pada siang hari membuat bara api kembali menyala. Medan yang mendominasi perbukitan curam dan minimnya sumber air menjadi kendala utama pemadaman di lokasi,” ujar Rachmad usai memimpin rapat koordinasi di Doro, Sabtu malam.
Rachmad menegaskan pentingnya penanganan kebakaran hutan lindung di Petungkriyono secara tuntas hingga bara api dingin sepenuhnya. Langkah ini krusial agar kobaran api tidak meluas dan memicu perhatian secara nasional, terlebih BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga Oktober.
Sebagai bentuk respons cepat, tim gabungan yang terdiri dari Tim Siaga Bhayangkara Polres Pekalongan, TNI, BPBD, Perhutani, Satpol PP dan Damkar, serta relawan SAR dijadwalkan apel bersama pada Minggu (6/9/2026) pagi sebelum diterjunkan langsung ke titik lokasi.
“Besok Tim Siaga Bhayangkara bergerak ke lokasi bersama unsur terkait. Strategi di lapangan akan kita bagi menjadi dua kelompok, yaitu tim pemadam dan tim yang bertugas membuat sekat bakar dengan memotong pohon di radius tertentu untuk memutus penjalaran api,” jelas Rachmad.
Polres Pekalongan juga bakal membentuk Satgas Karhutla di tingkat Polsek yang berada di kawasan rawan kebakaran guna memperketat pengawasan hutan lindung selama musim kemarau ekstrim.
Dalam kesempatan yang sama, Perum Perhutani Pekalongan Timur mengonfirmasi bahwa penanganan awal sempat memadamkan titik api di area seluas kurang lebih 0,06 hektar yang menghanguskan 11 pohon pinus. Petugas Perhutani telah diterjunkan melakukan pemadaman malam hari dengan selang dan tangki penyemprot air punggung guna menyisir sisa bara api di dalam batang pohon yang berongga.
Sementara itu, Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan menyiagakan armada doplak (kendaraan taktis operasional), tandon air portabel, serta sambungan selang sepanjang 180 meter untuk menyuplai air ke titik lokasi yang tak terjangkau truk pemadam utama.
BPBD Kabupaten Pekalongan turut memastikan kesiapan dukungan logistik dan operasional pengangkutan air bersama pihak Kecamatan Petungkriyono agar proses pemadaman serempak pada Minggu pagi berjalan aman dan tuntas.
(Edy/ozy)
![]()
