BLITAR, Pelopornews.co.id – Rencana pembukaan usaha klinik kecantikan milik dr. Diky Prasetya di kawasan Jalan Mawar, Kota Blitar, menemui kendala serius. Keberadaan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan tepat di depan bangunan klinik dinilai telah mengganggu estetika dan aksesibilitas tempat usaha yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian interior tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa lapak para pedagang berdiri di bahu jalan yang seharusnya steril dari bangunan permanen maupun semi-permanen. Kondisi ini dikeluhkan karena menutupi fasad bangunan dan menghalangi pintu masuk utama klinik.
Permasalahan tidak hanya berhenti pada posisi berjualan. Pemilik usaha menyoroti adanya tindakan oknum pedagang yang melakukan pengecoran semen secara permanen pada tiang-tiang di bahu jalan. Hal ini dianggap menyalahi aturan tata ruang dan fungsi jalan umum.
Sebagai pemilik lahan yang telah mengantongi sertifikat resmi, dr. Diky melalui representatifnya menyatakan rasa keberatannya. Keberadaan PKL tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan calon pasien nantinya, serta merusak pemandangan klinik yang mengusung konsep kebersihan dan estetika tinggi.
“Sebagai pemilik yang memiliki legalitas jelas, kami merasa sangat terganggu. Selain menghalangi akses masuk, ada bagian bahu jalan yang justru disemen cor secara tidak semestinya oleh pihak lain,” ujar pihak dari pemilik klinik.
Terkait permasalahan ini, pihaknya sempat berusaha menemui pihak terkait, yakni Dinas Indag, untuk melakukan konfirmasi dan mencari solusi jalan tengah. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam agenda rapat.
Pihak pemilik klinik berharap adanya ketegasan dari dinas terkait di Pemerintah Kota Blitar untuk menertibkan area tersebut sesuai dengan fungsinya. Mengingat Jalan Mawar merupakan salah satu urat nadi ekonomi di Kota Blitar, sterilisasi bahu jalan dari bangunan liar menjadi krusial demi ketertiban umum dan kenyamanan pelaku usaha yang taat aturan.( Indrayani)
