Pemerintahan

Wabup Shobih Sambut Kepala BNPB, Fokus Siaga Bencana


Penulis : Redaksi Pelopornews

Wabup Shobih Sambut Kepala BNPB, Fokus Siaga Bencana

Pasuruan – Pelopornews.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasuruan untuk memperkuat sinergi kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di daerah.

Kedatangan orang nomor satu di BNPB itu disambut langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan H. Muhammad Shobih Asrori bersama jajaran Forkopimda, Forkopimcam Bangil, BPBD Kabupaten Pasuruan, serta masyarakat dan tamu undangan.27 Maret 2026.

Kunjungan ini menjadi momentum strategis mempererat koordinasi pusat–daerah dalam meningkatkan kapasitas mitigasi, respons cepat, dan pemulihan pascabencana di wilayah yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan shelter BPBD di Bangil bukan tanpa alasan. Wilayah ini kerap menjadi langganan banjir, sehingga keberadaan shelter dinilai sebagai langkah strategis mempercepat penanganan dampak bencana bagi warga terdampak.

Ia mengungkapkan, cuaca tahun ini tergolong ekstrem. Sedikitnya delapan kecamatan di Pasuruan terdampak banjir dengan skala lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Wilayah paling terdampak antara lain Rejoso, Beji, dan Bangil. Bahkan, beberapa daerah yang sebelumnya tak pernah banjir, tahun ini ikut terendam selama beberapa hari.

Secara khusus, Wakil Bupati menyoroti banjir di Rejoso yang menggenangi sekitar 150 hektare lahan persawahan. Jika hasil kajian menunjukkan tanaman padi rusak atau membusuk, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Pertanian akan segera mengupayakan bantuan bibit bagi petani terdampak.

“Kami berharap kehadiran langsung Kepala BNPB di lokasi terdampak ini melahirkan solusi konkret, tidak hanya darurat tetapi juga jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menekankan pentingnya kesiapan seluruh elemen daerah menghadapi potensi bencana, mulai banjir, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Pasuruan melalui BPBD dalam membangun sistem peringatan dini dan edukasi kebencanaan.

Ia memaparkan, sejak akhir 2025 hingga awal 2026, hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami bencana hidrometeorologi basah maupun kering — banjir, longsor, cuaca ekstrem, kebakaran, hingga kekeringan.

“Hampir semua wilayah di Indonesia mengalaminya,” ujarnya.

Suharyanto juga menyampaikan bahwa pada Jumat siang akan digelar rapat bersama para gubernur membahas antisipasi potensi kekeringan. Dalam satu waktu, ada daerah yang banjir, sementara daerah lain krisis air bersih.

Sebelum meninjau shelter di Bangil, ia telah menggelar rapat awal dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk memetakan penyebab banjir di Beji, Bangil, dan Rejoso. Salah satu persoalan utama di Rejoso adalah sungai yang membutuhkan normalisasi dan menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kehadiran kami di Pasuruan ini untuk membawa persoalan yang menjadi kewenangan pusat agar ada tindak lanjut konkret,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan shelter BPBD di Bangil sebagai bukti kesiapsiagaan dini Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan diakhiri dengan dialog bersama jajaran terkait, peninjauan peralatan BPBD, serta foto bersama sebagai simbol komitmen mewujudkan Pasuruan tangguh bencana.

(arf)

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE