Lamongan, pelopornews.co.id – Pembangunan jalan rabat beton yang berlokasi di Dusun Jombok, Desa Wonorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, patut dipertanyakan. Pasalnya, jalan tersebut baru selesai dikerjakan sudah banyak yang mulai retak. Dari pantauan awak media dan LSM di lokasi pembangunan jalan rabat beton tersebut, bahwa proyek dengan menghabiskan anggaran Rp 150 juta ini kondisinya sudah mulai retak. Padahal jalan yang diharapkan tahan bertahun-tahun, namun sudah mengalami keretakan beberapa titik, sehingga pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton tersebut, dinilai kurang maksimal bahkan terkesan asal jadi tanpa mengedepankan mutu dan kwalitas pembangunan. Kondisi tersebut menguatkan rendahnya mutu serta kualitas pada pengerjaan proyek yang bersumber anggarannya dari Dana Desa (DD) tahun 2024. Selain itu, besi wiremesh yang digunakan bahu badan jalan yang seharusnya menggunakan besi ukuran 6, sedangkan besi wiremesh yang digelar lebarnya tidak sama, diduga adanya pengurangan bahan baku matrial dan mutu kwalitas pembangunan.
Pembangunan jalan rabat beton volume panjang 150 Meter, lebar 3,5 Meter, dan ketebalan 15 Cm, dengan biaya Rp 150.000.000,- bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024. Akhirnya terjawab bahwa benar adanya pengerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan pengecoran kurang maksimal serta pengurangan bahan baku matrial pembesian, sehingga membuat warga geram. “Dengan adanya pengurangan bahan baku material yang mengakibatkan mutu kualitas kurang bagus, padahal kalau dibangunkan sesuai mutu dan kwalitas yang sudah ditentukan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), apalagi mengacu pada anggaran yang sudah ditentukan cukup fantastis, kami yakin bangunan tersebut hasilnya akan maksimal,” ungkap salah seorang warga yang enggan namanya dimunculkan, Senin (02/9/2024). Ia pun menambahkan, dengan banyaknya kejanggalan dalam pembangunan, kami berharap selaku tim pengendali dari Pihak Kecamatan, Dinas PMD dan Inspektorat untuk melakukan monitoring dan pemeriksaan terhadap pembangunan tersebut. Sementara Kepala Desa Wonorejo saat di konfirmasi melalui pesan whatsApp, enggan komentar alias lebih memilih bungkam, sampai ditayangkan pemberitaan. (rid)
