SURABAYA – Pelopornews.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, sebuah festival kolaborasi akbar bertajuk GASPOL 2026 (Gerakan Apresiasi Surabaya Prestasi, Orientasi Lokal) siap dihelat.
Acara ini diinisiasi oleh Yayasan Jawapes Indonesia Emas bersama Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPLP FSPMI) Kota Surabaya, serta bersinergi dengan DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya.
Festival ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 24–26 Juli 2026, bertempat di Balai Kota Surabaya, Jalan Taman Surya No. 1.
Usung Tema Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.
Didukung penuh oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, GASPOL 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Berprestasi, Berbudaya, dan Berdaya Saing Melalui Kreativitas dan Kearifan Lokal”.
Festival kolaborasi ini memadukan berbagai sektor penting, mulai dari:
Budaya dan Pendidikan.
Ketenagakerjaan dan UMKM.
Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital.
Pelayanan Publik.
Dengan target lebih dari 10.000 pengunjung, agenda ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi Surabaya yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Rangkaian Kegiatan dan Agenda Unggulan.
Masyarakat Kota Pahlawan akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan menarik dan bermanfaat, di antaranya:
Festival Warna Suroboyo Cilik & Parade Busana Nusantara Arek Suroboyo.
Festival Talenta Budaya & Kampung Jajan Arek Suroboyo.
Bursa Kerja Arek Suroboyo & Balai Layanan Warga.
GASPOL Award 2026 & Grand Award Arek Suroboyo Inspiratif 2026.
Talkshow “3 Hari Mengubah Masa Depanmu”.
Salah satu agenda yang paling disorot adalah Talkshow “3 Hari Mengubah Masa Depanmu”. Diskusi ini akan menghadirkan para CEO perusahaan, founder startup, praktisi bisnis, pelaku UMKM, content creator, influencer, hingga narasumber dari perangkat daerah. Materi yang dibahas pun sangat relevan dengan tantangan zaman, seperti peluang kerja, kewirausahaan, Artificial Intelligence (AI), personal branding, serta strategi bersaing di era digital.
Tidak hanya itu, selama tiga hari penuh, pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas walk-in interview, mengakses lowongan kerja, mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi, mendapatkan konsultasi usaha, hingga menikmati berbagai layanan publik yang dibuka langsung oleh perangkat daerah dan mitra kegiatan.
Ruang Kolaborasi dan Manfaat Nyata bagi Warga.
Ketua Panitia GASPOL 2026, Rizky Mahendra Deby Kurniawan, menjelaskan bahwa GASPOL dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat.
”GASPOL 2026 kami hadirkan untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai peluang. Kami ingin setiap pengunjung pulang membawa ilmu, jaringan, kesempatan kerja, hingga semangat untuk terus berkembang. Inilah langkah nyata membangun generasi Surabaya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegas Rizky, Kamis (9/7/2026).
Senada dengan Rizky, Ketua Umum Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA, menegaskan bahwa esensi dari GASPOL adalah sinergi multisektor demi melahirkan SDM yang siap kerja dan melek digital.
”GASPOL 2026 bukan sekadar festival, tetapi gerakan kolaborasi yang mempertemukan DPRD, Pemkot Surabaya, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat. Kami ingin ada manfaat nyata: ada yang mendapatkan pekerjaan, memulai usaha, meningkatkan kompetensi, hingga semakin bangga terhadap budaya Surabaya,” ujar Rizal.
Dengan mengusung tagline “Arek Suroboyo Berprestasi, Berbudaya, lan Siap Mimpin Negeri”, GASPOL 2026 diharapkan tidak hanya sukses menjadi magnet hiburan dan edukasi tahunan, melainkan juga menjadi model kolaborasi percontohan dalam memperkuat ekonomi lokal dan mencetak generasi masa depan yang produktif serta berdaya saing tinggi.
(Red/Iful)
![]()
