Nasional

Heboh 52 Dapur MBG Disetop!* _Masalah IPAL Terbongkar


Penulis : Redaksi Pelopornews

Heboh 52 Dapur MBG Disetop!* _Masalah IPAL Terbongkar

PURWAKARTA – Pelopornews.co.id – Program dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang melayani program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Purwakarta mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, sebanyak 52 dapur SPPG dikabarkan dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena belum memenuhi sejumlah persyaratan teknis, salah satunya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Keputusan penghentian sementara tersebut tertuang dalam surat BGN Nomor 867/D.TWS/03/2026, yang merupakan pembaruan dari surat sebelumnya Nomor 839/D.TWS/03/2026. Surat tersebut dikeluarkan setelah Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN melakukan validasi ulang terhadap data operasional SPPG di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purwakarta.

*Dapur Belum Penuhi Persyaratan Lingkungan*

Berdasarkan hasil pembaruan data, sejumlah SPPG diketahui belum mendaftarkan SLHS, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta tidak menyediakan tempat tinggal bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan sebagaimana dipersyaratkan dalam operasional program MBG.

Akibat belum terpenuhinya sejumlah persyaratan tersebut, BGN akhirnya memutuskan menghentikan sementara operasional puluhan dapur SPPG sampai pengelola dapat melengkapi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan.

*DLH Purwakarta Benarkan Penghentian*

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Erlan Diansyah, membenarkan adanya kebijakan tersebut.

“Kami menerima surat dari BGN, dan di Purwakarta ada sekitar 52 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya,” ujar Erlan, Kamis (12/3).

Menurutnya, persoalan utama yang menjadi sorotan adalah kewajiban pengelolaan limbah dapur melalui IPAL, mengingat aktivitas dapur MBG menghasilkan limbah cair yang harus diolah agar tidak mencemari lingkungan.

*Kepemilikan Dapur Masih Misteri*

Meski jumlah dapur yang dihentikan sementara telah diketahui, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai siapa pemilik atau pengelola SPPG tersebut.
Pemerintah daerah masih melakukan penelusuran untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas operasional dapur-dapur tersebut, terutama yang melayani program MBG di wilayah Purwakarta.

*Berpotensi Ganggu Program MBG*

Penghentian sementara puluhan dapur ini dikhawatirkan berdampak pada distribusi program Makan Bergizi Gratis, yang selama ini disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan dapur SPPG.

Namun demikian, pihak BGN menegaskan bahwa operasional dapat kembali berjalan setelah seluruh persyaratan administratif dan lingkungan, khususnya ketersediaan IPAL, telah dipenuhi oleh pengelola dapur.

(Wiyanto)

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE