Pekalongan – Pelopornews.co.id – Menghadapi potensi bencana alam di wilayah Jawa Tengah, Bidhumas Polda Jateng bergerak cepat memperkuat jajaran kewilayahan. Bertempat di aula Polres Pekalongan, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si memberikan arahan khusus terkait strategi mitigasi pemberitaan bencana di era digital, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan bertajuk “Bimbingan Teknologi Kehumasan” ini dihadiri langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Wakapolres Kompol M. Nurcholis, serta seluruh jajaran Pejabat Utama (PJU), Perwira Polres dan Kapolsek jajaran Polres Pekalongan.
Kombes Pol. Artanto menegaskan bahwa pengelolaan informasi saat terjadi bencana alam sangat krusial. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas melakukan evakuasi di lapangan, tetapi juga harus mampu mengelola isu agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat akibat berita bohong (hoax).
“Polres jajaran harus siap dengan agenda setting yang matang saat bencana terjadi. Kita harus menjadi sumber informasi utama agar masyarakat mendapatkan data yang akurat, sekaligus melakukan mitigasi agar pemberitaan tidak liar atau menyudutkan upaya penanganan yang sedang berjalan,” ujar Kombes Pol Artanto di hadapan para perwira.
Dalam paparannya, Kabid Humas Polda Jateng memberikan simulasi teknik problem solving terkait cara mengklarifikasi berita hoax seputar bencana alam yang seringkali muncul di wilayah. Ia menekankan pentingnya manajemen isu dan kecepatan dalam memberikan pernyataan resmi kepada media.
“Era digital menuntut kita bergerak cepat. Jika ada informasi yang tidak benar mengenai kondisi bencana, segera lakukan klarifikasi secara profesional. Jangan biarkan isu berkembang menjadi bola liar,” tegasnya.
Tak hanya soal strategi, bimbingan teknologi ini juga membekali para Kapolsek dan Perwira dengan kemampuan teknis. Mereka diajarkan cara memproduksi konten informasi yang profesional serta teknik tampil di depan kamera (media handling) saat memberikan keterangan pers.
“Kami memberikan arahan tentang cara mengatur matrik agenda setting. Bagaimana seorang pemimpin di wilayah, seperti Kapolsek, harus tampil di media secara tenang, jelas, dan berwibawa saat menyampaikan perkembangan situasi bencana,” tambah Kombes Artanto.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyampaikan apresiasinya atas pembekalan ini. Ia menilai materi mitigasi pemberitaan sangat relevan mengingat kondisi geografis Pekalongan yang memiliki titik rawan bencana.
“Ini merupakan bekal berharga bagi kami di kewilayahan. Dengan bimbingan ini, kami berharap jajaran Polres Pekalongan semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi kehumasan untuk menunjang publikasi kegiatan kepolisian dan menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif melalui informasi yang sehat,” pungkas AKBP Rachmad.
(Edy/ozy)
