Jawa Tengah

Aspal Baru di Desa Cepokokuning Mulai Mengelupas, Kualitas Proyek Banprov Dipertanyakan


Penulis : Redaksi Pelopornews

Aspal Baru di Desa Cepokokuning Mulai Mengelupas, Kualitas Proyek Banprov Dipertanyakan

Batang – Pelopornews.co.id – Proyek pengaspalan jalan yang bersumber dari anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun Anggaran 2025 di Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang, menuai sorotan publik. Pasalnya, jalan yang baru rampung dikerjakan beberapa bulan lalu kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dengan aspal yang mengelupas di sejumlah titik.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pekerjaan proyek yang didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu. Padahal, proyek pengaspalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas serta menunjang aktivitas ekonomi warga setempat.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Cepokokuning, Maryadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (16/2/2026), membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan bantuan dari pemerintah provinsi yang berasal dari aspirasi gubernur.

“Betul mas, itu Banprov, aspirasi gubernur. Pekerjaannya tahun kemarin,” ujar Maryadi.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, ditambah dengan seringnya jalan dilalui kendaraan bertonase berat, disebut menjadi pemicu utama cepatnya kerusakan aspal.

“Kadang itu hujan, terus sering dilewati truk. Apalagi di bagian simpangan, kontur tanahnya memang belum matang. Jadi ketika ada truk muatan lewat, kekuatan jalannya jadi seperti itu,” jelasnya.

Terkait administrasi proyek, Maryadi menyebutkan bahwa batu prasasti sebagai penanda kegiatan telah dipasang, meskipun ia tidak merinci secara detail lokasi pemasangannya. Proyek pengaspalan tersebut, lanjutnya, dikerjakan oleh pihak ketiga.

Untuk nilai anggaran, Maryadi mengungkapkan bahwa dana yang digelontorkan mencapai Rp100 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk dua titik pengerjaan jalan yang masih berada dalam satu wilayah RT, yakni RT 5 Desa Cepokokuning.

“Nilainya seratus juta, itu dua tempat tapi masih satu RT, dua titik. Pekerjaan sudah seratus persen,” katanya.

Meski demikian, terkait kondisi aspal yang terkelupas, Maryadi memastikan akan dilakukan perbaikan. Namun, pelaksanaan perbaikan tersebut menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung.

“Kalau yang terkelupas nanti kalau sudah agak terang, tidak hujan terus, saya suruh perbaiki,” pungkasnya.

(Edy)

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE