Nasional

Kasus DBD Meningkat di Palangka Raya, Dinkes Keluarkan Imbauan Siaga Dini


Penulis : Redaksi Pelopornews

Kasus DBD Meningkat di Palangka Raya, Dinkes Keluarkan Imbauan Siaga Dini

Palangka Raya – Pelopornews.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal Januari 2026. Kondisi cuaca ekstrem yang berubah cepat dari panas ke musim hujan dinilai menjadi pemicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran penyakit tersebut.

Berdasarkan data Dinkes, tercatat 16 kasus DBD dari Minggu pertama hingga Minggu ketiga Januari 2026. Jumlah itu diperkirakan masih dapat bertambah apabila langkah pencegahan tidak dilakukan secara masif.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, H Riduan, menyatakan lonjakan kasus ini berkorelasi erat dengan meningkatnya genangan air akibat curah hujan tinggi. Lingkungan yang lembap dan banyaknya wadah penampung air menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Tren penularan di musim penghujan memang cenderung meningkat dan bisa berujung pada Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak dikendalikan sejak dini,” ujar Riduan dalam surat edaran kewaspadaan dini bernomor 400.7/17/LIDINKES/2026 tertanggal 28 Januari 2026.

Instruksi Siaga ke Wilayah
Mengantisipasi potensi lonjakan kasus, Dinkes menginstruksikan seluruh camat dan lurah di Palangka Raya untuk memperketat langkah pencegahan di wilayah masing-masing. Aparat kelurahan hingga RT/RW diminta aktif menggerakkan masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Upaya pencegahan difokuskan pada gerakan 3M Plus, yakni:
Menguras tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat wadah penyimpanan air, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air

Adapun langkah “Plus” mencakup penggunaan kelambu, obat anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga memastikan saluran air tidak tersumbat.

Masyarakat juga dianjurkan menaburkan bubuk abate secara selektif pada tempat penampungan air yang sulit dikuras. Abate dapat diperoleh secara gratis di puskesmas.

“Peran masyarakat sangat krusial. Jangan menunggu sampai ada korban,” tegas Riduan.

Waspadai Gejala Awal

Dinkes turut mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala awal DBD, terutama demam tinggi mendadak selama 2–7 hari, nyeri otot, sakit kepala, hingga munculnya bintik merah di kulit. Warga diminta segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, pustu, rumah sakit, atau dokter praktik mandiri.

Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk yang dapat berujung pada komplikasi serius bahkan kematian.

Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Sebagai penguatan pencegahan, Dinkes juga mendorong pelaksanaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Program ini mengajak setiap keluarga menjadi pemantau jentik mandiri di rumah masing-masing.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah berharap lingkungan tempat tinggal benar-benar terbebas dari jentik nyamuk.

“DBD bukan hanya urusan tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” kata Riduan.

Dengan tren kasus yang mulai meningkat di awal tahun, kewaspadaan kolektif dan aksi nyata dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah daerah menjadi kunci agar Palangka Raya terhindar dari ancaman KLB DBD pada 2026.

(45R)

Leave a Reply

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE