Batang – Pelopornews.co.id – SMP Negeri 1 Pecalungan, Kabupaten Batang, menggelar rangkaian kegiatan Dies Natalis selama tiga hari, dengan puncak acara berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026.
Mengusung tema “Menggali Budaya Diri Pecalungan”, kegiatan ini menjadi ruang edukatif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
Puncak peringatan Dies Natalis ditandai dengan pentas seni budaya yang menampilkan Tari Sri Gombong, karya Abdul Aziz, guru SMP Negeri 1 Pecalungan, serta peragaan dan pameran Batik Pecalungan sebagai identitas budaya daerah.
Sajian seni tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai mampu merepresentasikan kekayaan budaya lokal yang tumbuh dan hidup di lingkungan sekolah.
Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran Prof. Dr. Yoyok Bambang Priyambodo, maestro dan penggiat seni tari nasional dari Sanggar Greget Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yoyok menegaskan pentingnya pendidikan seni budaya, khususnya tari dan karawitan tradisional, untuk dikenalkan sejak dini melalui lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan berkesenian di sekolah memberikan pengalaman baru bagi peserta didik yang tidak hanya bersifat artistik, tetapi juga membentuk karakter. “Anak-anak perlu ruang untuk berkesenian. Dari situ mereka belajar merasakan, mengalami, dan menghargai proses budaya yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa karawitan merupakan seni yang tidak bisa berdiri sendiri, melainkan menuntut kebersamaan dan kekompakan. Setiap pemain harus saling mendengar, bekerja sama, serta menghargai peran satu sama lain dalam satu tim. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan penguatan pendidikan karakter yang terus dikembangkan di sekolah.
Lebih lanjut, Prof. Yoyok mendorong terbangunnya sinergi berkelanjutan antara sekolah dan sanggar seni, khususnya dalam pengembangan seni budaya tradisional. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas dari pemerintah agar pembinaan seni di sekolah maupun sanggar dapat berjalan secara optimal.
“Tujuan akhirnya adalah agar anak-anak mengenal dan mencintai kesenian, tidak hanya di jam sekolah, tetapi juga melalui aktivitas di sanggar. Jangan berhenti sampai di sini saja, terus berproses dan berkembang,” tegasnya saat diwawancarai awak media. Rabu (14/1/26)
Acara Dies Natalis tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan pemerintahan, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan, Forkopimcam Pecalungan, Koordinator Wilayah Pendidikan, K3S SD, Ketua HIMPAUDI, Ketua IGTKI, Ketua PGRI Pecalungan, Komite Sekolah, para pimpinan sanggar seni dari Blado, Reban, Bawang hingga Semarang, para penggiat seni, serta Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Batang.
Drs. Bambang Santoso Kepala SMP Negeri 1 Pecalungan menyampaikan bahwa pelaksanaan Dies Natalis tahun ini dikemas lebih terbuka dan representatif dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada tahun sebelumnya, kegiatan Dies Natalis dilaksanakan secara sederhana dan bersifat internal. Tahun ini kami ingin mengenalkan berbagai produk dan karya sekolah kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan seni dan budaya, sekolah juga melakukan persiapan akademik secara serius, khususnya bagi siswa kelas IX, melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta penguatan literasi dan numerasi yang digencarkan melalui kegiatan lesson study.
“Tujuannya agar kemampuan akademik siswa yang kami didik dapat terus meningkat,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap SMP Negeri 1 Pecalungan dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas di berbagai aspek. “Kami berharap SMP Negeri 1 Pecalungan menjadi sekolah yang lebih baik dari sisi mutu dan capaian prestasi, serta menjadi kebanggaan masyarakat Pecalungan maupun Kabupaten Batang. Pada tahun ini kami juga menekankan penguatan karakter dan budaya bersih lingkungan,” tutupnya.
Rangkaian Dies Natalis ini menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen SMP Negeri 1 Pecalungan dalam memadukan prestasi akademik, pelestarian budaya lokal, dan pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
(Edy)
